Porsche Pangkas 9.000 Karyawan, Kalah Saing dengan Mobil Listrik China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Porsche, produsen mobil mewah Jerman, berencana memangkas sekitar 9.000 karyawan atau 20% dari total 42.600 pekerja secara bertahap hingga 2035. Langkah ini dilakukan melalui pensiun sukarela dan PHK sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran. Penyebab utamanya adalah anjloknya permintaan di pasar China yang kini didominasi kendaraan listrik, serta lambatnya transisi Porsche ke kendaraan ramah lingkungan. Dari total pemangkasan, 5.000 pekerja akan pensiun alami atau mengundurkan diri sukarela, 3.900 lainnya sudah terkena efisiensi sejak Februari 2025, dan 500 posisi tambahan akan dipangkas akibat penutupan anak usaha. Analis otomotif Daniel Schwarz menyebut pemangkasan ini sejalan dengan penurunan volume penjualan dan tidak terhindarkan untuk mengurangi biaya. Porsche bukan satu-satunya; Mercedes-Benz dan BMW juga melakukan efisiensi serupa. Meski memangkas ribuan pekerja, Porsche berkomitmen mempertahankan operasional pabrik hingga 2035 dan menggelontorkan investasi 2,1 miliar euro untuk pabrik utama di Stuttgart-Zuffenhausen serta pusat riset di Weissach.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 16.45
Pabrik Mobil Listrik Mau Bangkrut Selamat Berkat Duit Pangeran
Berita terkait
Keok Bersaing di China, Raksasa Otomotif Ini Mau PHK 4 Ribu Karyawan
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 08.30
Raksasa Otomotif "Korban China" Bakar Rp334 T Demi PHK 60.000 Karyawan
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 16.00
Perjalanan Xiaomi Auto: dari Beijing, ke Eropa, Menuju Indonesia
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 13.00
"Raja Sepatu" Nike Berdarah-darah, Laba Turun-PHK Massal Mengintai
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 08.00