Prabowo Berseloroh soal Saham PT Timah: Tahu Naik 280%, Harusnya Kita Borong
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4635089/original/050952500_1699055704-Peleburan_2.jpg)
Presiden Prabowo Subianto mencatat kenaikan valuasi saham PT Timah Tbk (TINS) sebesar 280% dalam satu tahun terakhir, dari Agustus 2025 hingga Agustus 2026, sehingga pemegang saham mengalami peningkatan kekayaan sekitar 300%. Dalam Sidang Tahunan MPR RI, Prabowo berseloroh kepada CEO Danantara, Rosan Roeslani, tentang ketiadaan proyeksi awal untuk pembelian saham tersebut. Keuntungan PT Timah melonjak 900% dalam enam bulan pertama tahun 2026, dengan laba mencapai Rp 2,7 triliun, yang disebabkan oleh penutupan sekitar 1.000 tambang ilegal. Prabowo menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah milik seluruh rakyat Indonesia dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan segelintir orang. Pemerintah membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai langkah strategis untuk mengelola 1.074 BUMN beserta anak dan cucu perusahaan, dengan penekanan pada transparansi dan pengelolaan untuk kesejahteraan rakyat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Bersih-bersih BUMN Lewat Pengadilan Ad Hoc
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 16.41
Prabowo Ingin Ada Pengadilan Ad Hoc Kasus Korupsi BUMN, Ini Alasannya
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 16.30
Istana Luruskan Pernyataan Prabowo soal BUMN, Belum Sampai Bicara Amnesti
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 13.35
Istana soal Prabowo Mau Bentuk Pengadilan Ad Hoc: Semangat Benahi BUMN
Berita terkait
Prabowo Sebut Penghasilan Danantara dalam 1,5 Tahun Naik 400%!
Detik.com · 18 September 2026 pukul 21.49
Restrukturisasi BUMN Era Prabowo Disorot, Danantara Dinilai Punya Mandat Besar
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 15.51
Transformasi BUMN Dipuji Media Internasional, Sebut Pemimpin Barat Mesti Belajar dari Prabowo
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 13.14
Aksi Prabowo Berantas Penyelundupan! PT Timah Untung 900%
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.45