Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Restrukturisasi BUMN Era Prabowo Disorot, Danantara Dinilai Punya Mandat Besar

Presiden Prabowo Subianto menyusun rencana restrukturisasi BUMN untuk mempermudah pengelolaan jaringan perusahaan milik negara yang dinilai terlalu kompleks. Langkah ini mendapat sambutan positif dari sejumlah pihak, termasuk akademisi internasional. Profesor Rovshan Ibrahimov dari Webster University menyatakan bahwa restrukturisasi ini merupakan bagian penting dari kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo, yang sering disebut sebagai Prabowonomics. Menurutnya, struktur BUMN yang tersebar luas perlu ditata kembali agar lebih efisien dan akuntabel. Pemerintah awalnya memperkirakan hanya 300 hingga 400 entitas BUMN yang perlu ditata, namun setelah dilakukan pemetaan, ternyata ada 1.074 entitas yang tersebar hingga tiga hingga empat tingkat di bawah induk utama. Struktur ini, menurut Ibrahimov, berisiko melemahkan akuntabilitas dan menimbulkan tumpang tindih fungsi antarperusahaan negara. Ia menekankan bahwa ketika BUMN semakin jauh dari pengawasan langsung pemerintah, kepentingan institusional bisa menggantikan tujuan pelayanan publik. Restrukturisasi ini diharapkan dapat mencegah hal tersebut dan memastikan BUMN tetap fokus pada misi pelayanan kepada masyarakat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait