Prabowo: Defisit APBN terjaga 0,91 persen terhadap PDB
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyatakan defisit APBN tetap terjaga pada angka 0,91 persen terhadap PDB hingga akhir Juli 2026. Meskipun belanja negara tumbuh 18,2 persen, pendapatan negara mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan pemerintah mampu menjaga disiplin fiskal sambil tetap menjalankan kebijakan yang berpihak pada rakyat.
Realisasi pendapatan negara hingga triwulan II 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun, sementara belanja negara mencapai Rp1.656,0 triliun. Peningkatan belanja tersebut dialokasikan untuk menjaga daya beli masyarakat, pelayanan publik, dan penggerak ekonomi. Poin utama pengeluaran meliputi program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, infrastruktur, subsidi BBM dan listrik, serta pembayaran tunjangan hari raya dan gaji ke-13.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 08.15
APBN 2027 Tembus Rp 4.097 Triliun, Cek 8 Program Prioritas Prabowo
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 19.32
Prabowo: Indikator Ekonomi RI Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.45
Pasang Target Ambisius, Prabowo Ingin Ekonomi 2027 Tumbuh 6%
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.29
Cara Prabowo Hemat Anggaran 6x Lipat, Barang Rp150 Juta Jadi Rp26 Juta
Berita terkait
SBY Bicara soal Ambisi Prabowo Kejar Ekonomi 6%: Saya Melihat...
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 00.00
Ketua Komisi XI DPR: Pertumbuhan 6 persen zona baru ekonomi Indonesia
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 19.44
Prabowo Sebut Ekonomi RI Cetak Rekor 13 Tahun di Tengah Ketidakpastian Global
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 16.07
Prabowo Blak-blakan Sebut 2026 Tak Mudah, Dunia Dikepung Perang
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.51