Dunia Banyak Gejolak, Kemenkeu Pede APBN Kuat Goncangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Keuangan memastikan APBN 2026 tetap kuat menghadapi risiko eksternal seperti fluktuasi harga komoditas, energi, dan yield global. Pemerintah mempertahankan outlook defisit APBN di angka 2,85% dari PDB, didukung oleh buffer yang kuat untuk mitigasi gejolak geoekonomi dan geopolitik.
Hingga Agustus 2026, defisit APBN terjaga di level 0,9% dari PDB dengan pendapatan negara Rp2.055,6 triliun dan belanja Rp2.295,7 triliun. Untuk menjaga ketahanan, pemerintah melakukan stress testing terhadap skenario kenaikan harga minyak dan nilai tukar, serta mengoptimalkan pendapatan dan pengelolaan belanja secara prudent.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 10.20
APBN KiTa Perdana Suahasil Jadi Menkeu: Pendapatan-Belanja Negara On Track, Defisit Terkendali
JawaPos · 18 September 2026 pukul 13.15
Pendapatan Negara Tumbuh 25,4 Persen, APBN Masih Defisit Rp 240,1 Triliun
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 12.57
APBN Defisit Rp240,1 T per Agustus 2026
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 10.11
APBN Kita Defisit Rp240,1 Triliun per Agustus 2026
Berita terkait
APBN Defisit Rp240,1 Triliun per Agustus 2026
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 10.11
Perdana Sebagai Menkeu, Suahasil Umumkan APBN Tekor Rp 240 T
Detik.com · 18 September 2026 pukul 09.57
Gaji PPPK Dialihkan ke APBN Dinilai Bikin Ruang Fiskal Pemda Membaik
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 06.00
DPR Minta Kaji Ulang Batas Defisit APBN 3%, Ini Kata Wamenkeu Juda
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.40