Kementerian ESDM Mulai Kajian Teknis Bioetanol 20%, Bahas Harga hingga Volume
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian ESDM memulai kajian teknis bioetanol 20% (E20) dengan target mulai pada 2028. Kajian ini mengkonsolidasikan investor dan pengembang untuk menyediakan feedstock dari tebu, jagung, dan ketela di seluruh Indonesia. Rencana butuh 20-40 pabrik bioetanol dengan kapasitas lebih dari 40.000 kiloliter per tahun. Pemerintah juga akan menentukan Harga Indeks Pasar (HIP) bioetanol berdasarkan jenis bahan bakunya, mengacu contoh India yang sudah punya 6 HIP. Untuk mandatori E10 pada 2027, diperlukan pasokan etanol dalam negeri 1,2 juta KL per tahun, namun kapasitas produksi saat ini hanya 70.500 KL. Skema pembiayaan bioetanol akan diracik mirip program biodiesel B50 yang dikelola BPDP. Presiden Prabowo Subianto menargetkan E10 pada 2027 dan E20 pada 2028 dengan pembangunan 30 pabrik bioetanol baru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 19.57
E20 Mau Diterapkan, Tapi Feedstock Masih Dicari
JawaPos · 3 September 2026 pukul 14.01
Kementerian ESDM: Mandatori BBM E20 Bergantung pada Kesiapan Bahan Baku
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 13.31
Blak-blakan Pertamina NRE soal Upaya Percepatan Pengembangan EBT
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 10.03
Pertamina NRE Prediksi Konsumsi BBM Capai 88 Juta KL pada 2026
Berita terkait
Genjot Pengembangan Bensin Biotenol, Bahlil Siapkan Skema Harganya
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 12.30
BPK dan Kementerian ESDM Bahas Ketahanan Energi di Kaltara
VOI · 2 September 2026 pukul 23.10
PLTS Baru Sumbang 0,51% Bauran Energi, ESDM Kejar Realisasi Awal 5,3 GWp
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 12.15
METI Sebut Program E20 Butuh 4 Juta KL Etanol
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 11.27