Prabowo Punya 'Oposisi dari Dalam', Ini Kata Budi Arie Soal 'Patahan Sejarah'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo dan mantan Menteri, menyoroti adanya anomali sosial-politik yang berpotensi memicu 'patahan sejarah' jika tidak ditangani serius. Dalam podcast bersama Akbar Faizal dan Adi Prayitno pada 3 September 2026, Budi Arie menyampaikan kekecewaan masyarakat terhadap pelaksanaan program strategis pemerintahan, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski mendukung gagasan program tersebut, ia menilai pelaksanaannya justru mencederai rasa keadilan sosial. Budi Arie menekankan perlunya evaluasi signifikan agar persoalan ini tidak merusak demokrasi nanti.
Menurut Budi Arie, beban ekspektasi rakyat yang tinggi tak terpenuhi dalam beberapa bulan terakhir, terutama dalam program-program strategis. Ia menilai kondisi di lapangan terlalu tidak biasa sehingga solusi konvensional tidak cukup. Pernyataannya kemudian disoroti oleh Akbar Faizal, yang menilai Budi Arie tetap menjadi wajah Jokowi. Adi Prayitno menilai pesan koreksi ada, meski istilah 'patahan sejarah' dianggap berlebihan. Ia melihat tanda-tanda oposisi dari dalam lingkungan kekuasaan mulai terlihat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 8 September 2026 pukul 14.46
Membaca Gestur AHY Soal Pidato Tentang Kekuasaan
Detik.com · 7 September 2026 pukul 15.56
Respons AHY, PAN Bicara Kesetiaan dengan Prabowo
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 14.53
Doli Golkar Melihat Poros Solo dan Cikeas Bergerak Menyambut Pilpres 2029
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 14.23
Menkeu: Cukai MBDK bisa diberlakukan jika perekonomian sudah kuat
Berita terkait
Budi Arie Perjelas Pernyataannya Soal Pemilu Dipercepat: Politik itu kan art of possibility
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 19.41
PR Prabowo Masih Soal Komunikasi, Pakar: Parah Sekali, Tak Seperti Zamannya Jokowi
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 10.00
Gerindra Sindir Jokowi: Mohon Maaf, Prabowo Sekarang Jauh Lebih Demokratis
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 07.27
Pidato AHY soal 'Kekuasaan itu Bukan Milik Seorang Selamanya', Pakar: Itu Lagi Nyindir Jokowi
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 20.10