Indonesia Masih Impor 700 Ribu Barel Minyak per Hari, Bahlil Ungkap Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia masih perlu mengimpor sekitar 700.000 barel minyak per hari meski produksi dalam negeri mencapai 600.000-610.000 barel per hari dan konsumsi nasional mencapai 1,5-1,6 juta barel per hari. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa program mandatori biodiesel B50 berhasil mengurangi kebutuhan impor sebesar 300.000-390.000 barel per hari, namun kesenjangan tetap signifikan. Bahlil menekankan pentingnya mengembangkan energi alternatif, khususnya panas bumi, untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar, namun pemanfaatannya baru mencapai 10-13% dari total kapasitas yang tersedia. Pemerintah sedang mengoptimalkan regulasi dan mendorong kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi panas bumi sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 16.12
Bahlil Ungkap RI Masih Impor 700 Ribu Barel Minyak per Hari
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 18.25
China Targetkan Pasokan Migas Capai 440 Juta Ton Setara Minyak pada 2030
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 21.50
Bahlil: Harga Minyak Dunia Seperti Malaria, Pagi Turun Malam Bisa Naik
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 18.30
Bahlil: Harga Minyak Dunia Seperti Orang Sakit Malaria
Berita terkait
Impor Minyak Masih Tinggi, Bahlil Dorong Panas Bumi Jadi Penopang Ketahanan Energi
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 18.45
Siasat ESDM Tekan Impor Minyak Mulai 2027
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 14.50
Daftar 10 Negara Eropa Pengimpor Minyak Terbesar
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 21.00
Pemerintah Targetkan Bisa Salurkan 16,8 Juta KL Biodiesel B50 di 2026
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 20.20