Bahlil: Harga Minyak Dunia Seperti Malaria, Pagi Turun Malam Bisa Naik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327955/original/037598300_1787130432-email-attachment_2026_08_19_ariefhakim-at-klyid_bahlil-godok-larangan-orang-kaya-beli-pertalite-jangan-ambil-hak-rakyat_1000413996.jpg)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membandingkan fluktuasi harga minyak dunia dengan penyakit malaria yang naik dan turun tajam. Menurutnya, gejala volatilitas harga minyak dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik global, terutama isu penguasaan dan penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur logistik kritis. Bahlil menekankan pentingnya kedaulatan energi nasional agar tidak bergantung penuh pada kondisi luar negeri. Harga minyak dunia menguat selama tiga hari berturut-turut hingga level tertinggi dalam tiga minggu terakhir. Pada perdagangan 18 Agustus 2026, minyak Brent naik 15 sen menjadi US$91,02 per barel, sementara WTI AS menguat 44 sen ke US$84,94 per barel. Penguatan ini dipicu oleh pernyataan Iran yang tetap menutup Selat Hormuz hingga AS memenuhi kesepakatan sementara, sekaligus keputusan Washington tidak memperpanjang gencatan senjata. Negosiator Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, memastikan penutupan Selat Hormuz akan berlanjut hingga AS memenuhi seluruh syarat yang disepakati pada Juni 2026. Meski Presiden AS Donald Trump mengklaim tidak ada perundingan sedang berlangsung dan Selat Hormuz tetap terbuka, pernyataan tersebut tidak dianggap memengaruhi kondisi riil di lapangan oleh para ahli pasar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 12.30
Harga Minyak Brent Tembus USD 92 per Barel, Dipicu Gejolak Pasokan dan Konflik Iran
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 10.55
Mas Bahlil Sebut Harga Minyak Dunia Sulit Ditebak: Saya Umpamakan Seperti...
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.55
Bahlil Ibaratkan Harga Minyak Dunia seperti Demam Malaria: Pagi Turun, Malam Naik
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.45
Bahlil: Harga Minyak Dunia Seperti Orang Sakit Malaria
Berita terkait
Bahlil Ibaratkan Kondisi Geopolitik Dunia Kini Bak Malaria
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.05
Selat Hormuz Terancam, Negara Teluk Berebut Jalur Alternatif
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 16.45
Harga Minyak Menguat Setelah Trump Tolak Proposal Damai Iran
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 08.32
Arab Alihkan Jalur Ekspor, Harga Minyak Turun!
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 09.08