Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bahlil: Harga Minyak Dunia Seperti Malaria, Pagi Turun Malam Bisa Naik

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membandingkan fluktuasi harga minyak dunia dengan penyakit malaria yang naik dan turun tajam. Menurutnya, gejala volatilitas harga minyak dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik global, terutama isu penguasaan dan penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur logistik kritis. Bahlil menekankan pentingnya kedaulatan energi nasional agar tidak bergantung penuh pada kondisi luar negeri. Harga minyak dunia menguat selama tiga hari berturut-turut hingga level tertinggi dalam tiga minggu terakhir. Pada perdagangan 18 Agustus 2026, minyak Brent naik 15 sen menjadi US$91,02 per barel, sementara WTI AS menguat 44 sen ke US$84,94 per barel. Penguatan ini dipicu oleh pernyataan Iran yang tetap menutup Selat Hormuz hingga AS memenuhi kesepakatan sementara, sekaligus keputusan Washington tidak memperpanjang gencatan senjata. Negosiator Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, memastikan penutupan Selat Hormuz akan berlanjut hingga AS memenuhi seluruh syarat yang disepakati pada Juni 2026. Meski Presiden AS Donald Trump mengklaim tidak ada perundingan sedang berlangsung dan Selat Hormuz tetap terbuka, pernyataan tersebut tidak dianggap memengaruhi kondisi riil di lapangan oleh para ahli pasar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait