Produksi Minyakita Terancam Turun, Ini Biang Keroknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan penurunan realisasi Domestic Market Obligation (DMO) produsen minyak sawit berdampak pada produksi Minyakita karena DMO bergantung pada ekspor crude palm oil (CPO). Data dari rapat inflasi daerah menunjukkan realisasi DMO minyak goreng rakyat turun signifikan, dari 102.625 pada Juni menjadi 53.059 pada Juli 2026.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menjelaskan bahwa penurunan produksi Minyakita terkait dengan menurunnya ekspor CPO karena produsen dipaksa memproduksi Minyakita sesuai kebutuhan ekspor. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 20 tahun 2026 untuk menjamin tidak adanya kelangkaan minyak goreng, termasuk Minyakita dan minyak premium lainnya di pasar.
Volume ekspor CPO cenderung stabil dalam dua tahun terakhir meski mengalami fluktuasi musiman, seperti penurunan pada Januari-Februari dan Juni-Juli, serta peningkatan pada Maret-Mei dan September-Desember. Iqbal enggan berspekulasi penghentian ekspor CPO, menekankan keputusan bergantung pada pertimbangan bisnis produsen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 20.59
Kemendag Ungkap Biang Kerok Pasokan Sawit Buat Minyakita Turun
Berita terkait
Mendag Respons Ekspor Nikel Dkk Disetop Efek Aturan Logam Tanah Jarang
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 04.45
Kemendag Tegaskan Minyakita Bebas APBN, Pasokan dari DMO
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 03.45
Tanpa APBN, DMO Sawit Topang Pasokan MinyaKita
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.21
Ekspor Nikel-Timah Cs Terganjal LTJ, Pemerintah Siap Revisi Permendag
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 16.43