DMO Minyakita September 2026 Diprediksi Naik, Ekspor Jadi Pemicu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4080217/original/056371700_1657081636-IMG_20220706_101128.jpg)
Kementerian Perdagangan memproyeksikan realisasi Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita pada September 2026 akan meningkat mengikuti tren kenaikan ekspor CPO. Hingga September 2026, realisasi DMO telah mencapai 106.003 ton. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga minyak goreng domestik, terutama dalam menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah mengatasi tekanan harga di wilayah Indonesia Timur, seperti Papua dan Maluku, di mana harga Minyakita masih berada 5 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kemendag mendorong BUMN pangan, Perum Bulog dan ID FOOD, untuk memperkuat distribusi. Saat ini, stok BUMN pangan mencapai 523.577 ton (48,55%), dengan Bulog menguasai 370.854 ton dan ID FOOD 152.723 ton.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 12.08
Kemendag beri sanksi 15 pelaku usaha pelanggar distribusi Minyakita
Berita terkait
Kemendag Tegaskan Minyakita Bebas APBN, Pasokan dari DMO
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 03.45
Tanpa APBN, DMO Sawit Topang Pasokan MinyaKita
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.21
Kemendag Ungkap Biang Kerok Pasokan Sawit Buat Minyakita Turun
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 20.59
Kemendag Ungkap Pertanda dan Penyebab Jika Produksi Minyakita Turun
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 20.30