Kemendag Ungkap Biang Kerok Pasokan Sawit Buat Minyakita Turun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkap alasan turunnya realisasi pasokan minyak goreng Minyakita ke pasar domestik. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan menjelaskan skema Domestic Market Obligation (DMO) hanya berlaku ketika produsen melakukan ekspor Crude Palm Oil (CPO). Artinya, kewajiban memasok Minyakita ke pasar dalam negeri bergantung sepenuhnya pada volume ekspor CPO masing-masing produsen. Jika ekspor turun, pasokan Minyakita juga otomatis menurun.
Data Kemendag per 17 Juli 2026 menunjukkan realisasi DMO Minyakita periode 1-17 Juli hanya 53.059 ton, turun 1,02 persen dibanding bulan sebelumnya dan merosot 56,02 persen dibanding tahun lalu. Dari total realisasi sebesar 738.197 ton (Desember 2025 hingga Juli 2026), 50,16 persen didistribusikan melalui BUMN yakni Bulog dan ID Food.
Iqbal menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan karena Minyakita hanya menyumbang kurang dari sepertiga total produksi minyak goreng nasional. Produksi lebih didominasi merek kedua dan premium. Pemerintah juga telah menerbitkan Permendag Nomor 20 Tahun 2024 yang mengatur sanksi jika terjadi kelangkaan minyak goreng di pasar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 09.00
Pasokan MinyaKita Turun, Kemendag Ungkap Penyebabnya
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 07.00
Kemendag Janji Stok MinyaKita Aman Meski Ada Penurunan DMO Sawit
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 20.30
Kemendag Ungkap Pertanda dan Penyebab Jika Produksi Minyakita Turun
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 19.00
Produksi Minyakita Terancam Turun, Ini Biang Keroknya
Berita terkait
Kemendag Tegaskan Minyakita Bebas APBN, Pasokan dari DMO
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 03.45
Tanpa APBN, DMO Sawit Topang Pasokan MinyaKita
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.21
Kemendag Tetapkan Kenaikan Harga Ekspor Emas Periode II Agustus 2026
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 13.30
Rp 170 Triliun Tak Lagi Dipakai Impor Solar, B50 Dianggap Berhasil Menghemat Devisa Negara
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 09.30