Proyek Tanamalia Masuk Hutan Lindung, Komitmen ESG Vale Dipertanyakan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) merencanakan pengembangan Proyek Tanamalia di Blok Sorowako, Sulawesi Selatan, yang mencakup kawasan hutan lindung seluas 13.556,8 hektare di Kecamatan Towuti, Luwu Timur. Proyek ini didasarkan pada Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dan PPKH No. 885 Tahun 2025. Eksplorasi telah dilakukan sejak 1970, dan proyek masih berada pada tahap Front-End Loading (FEL) 2. Vale berencana memasuki tahap konstruksi pada 2027-2028 dan mulai penambangan pada 2030, tergantung hasil kajian cadangan nikel. Proyek ini direncanakan sebagai pengolahan nikel terintegrasi menggunakan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL).
Bagikan
Berita terkait
Vale Incar Nikel Tanamalia, PUSHEP Mempertanyakan Dasar Hukumnya
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 21.00
Proyek Nikel Vale Tak Terintegrasi dengan IBC, Manajemen Beri Penjelasan
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 20.20
Ancam Hutan Lindung, Rencana Penambangan Nikel Vale Panen Kritik
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 20.00
SETARA Institute Merilis Skor Audit HAM 5 Raksasa Nikel di Maluku Utara
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 22.31