Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Puan: Utang Harus Dikelola Hati-hati

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mengelola defisit dan utang negara secara hati-hati dalam penyusunan APBN 2027. Ia menekankan bahwa setiap pembiayaan harus mempertimbangkan manfaat, risiko, serta beban bagi generasi mendatang, sehingga kebijakan fiskal tidak meninggalkan dampak tidak adil. Selain itu, Puan menginginkan pendapatan negara dihimpun optimal tanpa mengorbankan daya beli masyarakat, dan belanja negara harus tepat sasaran serta berorientasi pada hasil.

Puan juga menyoroti transfer ke daerah agar berdampak pada pelayanan publik, penguatan ekonomi lokal, dan pemerataan pembangunan. Ia menegaskan APBN 2027 perlu mendukung program prioritas nasional seperti kedaulatan pangan, kemandirian energi, pendidikan, dan penurunan kemiskinan, yang harus menjadi kesatuan politik pembangunan untuk akses setara bagi seluruh masyarakat.

Peringatan ini disampaikan di tengah posisi utang luar negeri Indonesia yang mencapai US$444,4 miliar atau sekitar Rp8.030,35 triliun pada Mei 2026, dengan pertumbuhan 2,1% secara tahunan. Puan menegaskan ukuran keberhasilan APBN bukan dari besarnya anggaran, melainkan dari dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait