Purbaya Bakal Pakai AI untuk Kejar Pajak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343444/original/044719400_1788857447-email-attachment_2026_09_08_immanuel-christian_purbaya-akui-tak-pusing-urus-anggaran-mbg_IMG_6933.jpeg)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi potensi penerimaan negara yang belum tergali. AI akan diterapkan di Lembaga National Single Window (LNSW) untuk mengidentifikasi perusahaan yang diduga belum membayar pajak dengan cara mencocokkan data dari Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) hingga beberapa tahun belakang. Sistem ini juga akan digunakan untuk mengejar potensi penerimaan dari perdagangan emas ilegal, termasuk emas dari pertambangan tanpa izin (PETI). Pemerintah telah mengidentifikasi 10 besar pemain dalam perdagangan emas ilegal yang berpotensi ditindaklanjuti. Integrasi data diperlukan karena pengolahan manual semakin sulit akibat volume data yang meningkat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 11.45
Siap-Siap! Purbaya Ingin Kulik Potensi Kekurangan Pajak Korporasi
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 22.23
Purbaya sebut bakal gunakan AI LNSW deteksi potensi kekurangan pajak
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 17.05
Pakai AI, Purbaya Sukses Lacak Perdagangan Ilegal
Detik.com · 9 September 2026 pukul 16.15
Purbaya Mau Kejar Potensi Pajak Perdagangan Emas Gelap
Berita terkait
Purbaya Kembangkan AI untuk Deteksi Potensi Pajak yang Belum Dibayar
kumparan · 9 September 2026 pukul 15.10
Penunggak Pajak Siap-Siap, Tahun Depan Bakal Kena Tagih DJP
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 18.22
Purbaya Ungkap Danantara Keberatan Setor Rp120 Triliun ke Negara
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 11.30
Menkeu Purbaya Kocok Ulang Pejabat Pajak dan Bea Cukai karena Ada Kebocoran
JawaPos · 3 September 2026 pukul 15.15