Purbaya Buka Suara soal Banjir Protes Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi protes masyarakat terhadap penetapan desil yang dianggap tidak sesuai kondisi ekonomi. Protes tersebar luas melalui media sosial. Purbaya menjelaskan pemerintah sedang memperbaiki Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi dasar penetapan desil. DTSEN dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan anggaran yang ditingkatkan pemerintah.
Purbaya mengonfirmasi alokasi anggaran sebesar Rp 7 triliun ke BPS, sebagian besar digunakan untuk program DTSEN dan sensus. Dana ini disasar agar hasil survei data sosial dan ekonomi menjadi lebih akurat dan representatif. Purbaya menegaskan penambahan anggaran dilakukan sejak awal tahun untuk memastikan kualitas DTSEN.
Purbaya mengakui kesalahan data dapat terjadi dalam proses survei lapangan. Namun, ia menyatakan optimisme bahwa hasil BPS tahun depan akan lebih baik dan terperbarui. Purbaya menekankan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan akurasi data demi penetapan kebijakan yang tepat sasaran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 14.04
Desil Salah Sasaran, Menkeu Purbaya Targetkan Perbaikan DTSEN Tahun Depan
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 13.58
Purbaya Kejar Perbaikan Data Desil, Target Lebih Rapih di Tahun Depan
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 20.11
Anomali Desil Ancam Penerima KIP, Selly PDIP Desak Pembentukan Timsus Evaluasi Data
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 18.10
Jawab Kritikan dari Masyarakat, BPS DIY: Perubahan Desil masih Dimungkinkan
Berita terkait
Airlangga Sebut Data Desil Bisa Petakan Kebutuhan BBM Tiap Segmen Masyarakat
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 18.26
Penjelasan Purbaya soal Kapan Pembatasan Pertalite Dimulai
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 13.23
Ternyata Tagihan Listrik hingga Jumlah Anggota Keluarga Bisa Pengaruhi Desil, Ini Penjelasan BPS
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 15.27
BPS Ungkap Alasan Desil Tak Selalu Cocok dengan Kekayaan Warga: Bukan Ukuran Kondisi Ekonomi
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 15.17