Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Jawab Kritikan dari Masyarakat, BPS DIY: Perubahan Desil masih Dimungkinkan

BPS DIY menyatakan bahwa perubahan status desil dalam Data Terpadu Sosio-Ekonomi Nasional (DTSEN) masih dimungkinkan melalui proses verifikasi ulang di lapangan. Hal ini disampaikan Plt. Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, sebagai respons terhadap kritik masyarakat terkait kasus pengayuh becak bernama Timbul yang masuk Desil 9 meski sebelumnya berada pada desil 1-2. Setelah dilakukan verifikasi faktual, diketahui Timbul memiliki tiga anggota rumah tangga, bekerja sebagai pengemudi becak motor (bentor), memiliki usaha ternak ayam kecil, dan menempati rumah milik sendiri.

Endang menjelaskan bahwa penyusunan DTSEN melibatkan banyak tahap dan sumber data, sehingga proses verifikasi tidak bertujuan untuk mencari kesalahan pihak tertentu. DTSEN merupakan sistem untuk mendata manusia dan proses pengisiannya melibatkan manusia, sementara metode Proxy Means Test (PMT) yang digunakan adalah model yang memiliki keterbatasan. Untuk mengantisipasi sampling error maupun non-sampling error (NSE), BPS terus mempercepat verifikasi guna menjamin kualitas dan akurasi data.

Kepala Dinas Sosial DIY, Suyarno, menjelaskan bahwa perubahan desil mengacu pada Keputusan Menteri Sosial (Kepmensos) Nomor 22, di mana bansos khusus ditujukan untuk warga desil 1-4, sementara bantuan iuran kesehatan mencakup warga hingga desil 5. Dinas Sosial menyatakan akan menyikapi kenaikan desil secara bijak dan tidak serta-merta menghentikan bantuan bagi keluarga yang desilnya naik. Solusi terbaik masih dalam proses formulasi untuk memastikan keluarga yang desilnya naik namun kondisi riilnya belum berubah tetap bisa menerima bansos.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait