Purbaya Cari Pinjaman Utang Lebih Murah, Lirik China dan Jepang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan strategi diversifikasi sumber pembiayaan utang pemerintah dengan menilai pembiayaan bilateral dari China dan Jepang. Tawaran China menyediakan bunga 1,9% untuk tenor 3 tahun dan 2,18% untuk 5 tahun, lebih rendah daripada pinjaman dalam dollar. Purbaya menekankan pemerintah akan memanfaatkan bunga rendah Jepang untuk mengurangi beban net pembayaran utang. Strategi ini tidak akan menggantikan Surat Berharga Negara (SBN) secara penuh, tetapi menambah alternatif pembiayaan. Diversifikasi sumber pendanaan meningkatkan posisi tawar pemerintah dan mengurangi ketergantungan pada pasar modal. Saat ini, 87,5% surat utang pemerintah dipegang oleh investor domestik, meningkatkan stabilitas pasar surat utang. Pemerintah berupaya menjaga defisit APBN di bawah 3% melalui peningkatan penerimaan pajak dan pemangkasan belanja tidak produktif.
Bagikan
Berita terkait
Pabrik Asia Menggeliat Berkat AI, Kecuali Indonesia
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 13.30
Penjualan Toyota Turun pada Juli 2026, Pasar Domestik Jepang Tapi Aman
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 21.01
Jepang Lirik Senjata Nuklir, China dan Rusia Ketar-ketir
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 07.04
Korsel dan Jepang Mulai Khawatir AS Tak Bisa Melindungi dari Ancaman China
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 14.28