Purbaya Kejar Perusahaan Baja, Potensi Pajak yang Bocor Capai Rp 5 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya potensi kebocoran pajak dari perusahaan baja sebesar Rp 4-5 triliun. Kementerian Keuangan memiliki daftar 40 perusahaan baja yang perlu diperiksa, namun hingga saat ini hanya satu perusahaan yang telah diteliti. Hasil awal pemeriksaan menunjukkan besarnya potensi kebocoran penerimaan pajak. Purbaya menyatakan bahwa kebocoran ini berasal dari berbagai komponen seperti bahan bangunan dan biaya operasional. Pemerintah akan menindaklanjuti temuan tersebut melalui proses penagihan dan penyitaan sesuai ketentuan. Selain itu, ada banyak kegiatan impor yang dinilai bermasalah dengan barang hasil impor yang beredar dan dijual di tempat umum. Purbaya menekankan bahwa upaya ini merupakan ekstensifikasi untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, bukan kenaikan tarif. Dalam pemeriksaan satu perusahaan, potensi kebocoran sampai Rp 1 triliun telah ditemukan. Kementerian Keuangan telah melakukan pemeriksaan langsung dan sedang menghitung besaran kewajiban pajak yang harus dibayarkan. Namun, Purbaya mengakui bahwa proses perpajakan masih berjalan lambat dan menyebut adanya persoalan yang belum ditangani secara serius. Ia juga menyebutkan bahwa ada dugaan adanya pihak internal yang bermain sehingga perusahaan bisa beroperasi selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi. Tindakan akan diambil terhadap pegawai yang bermasalah.
Bagikan
Berita terkait
Kemenkeu Cairkan Rp 19 Miliar dari Tunggahan DBH Jabar Rp 1,22 Triliun
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 16.21
Target Penerimaan Pajak Tahun Depan Naik, Purbaya Komitmen Perbaiki Sistem
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 20.36
RAPBN 2027, Purbaya Bidik Setoran Pajak-Bea Cukai Rp2.908 T
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 10.14
Menkeu Purbaya Bantah Ada Rencana Pajak Khusus Rumah Kontrakan
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 18.00