Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Purbaya Sebut Ekonomi RI Tahan Banting di Tengah Gejolak Global

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai perekonomian Indonesia tetap tahan banting di tengah meningkatnya tekanan global. Berdasarkan asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada triwulan II 2026, kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan tetap terjaga. KSSK beranggotakan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS. Purbaya menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di kantor LPS, Jakarta, Senin 3 Agustus 2026.

Tekanan eksternal yang membayangi antara lain eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi, volatilitas pasar keuangan global, serta tekanan terhadap nilai tukar dan arus modal. Konflik di Timur Tengah mengganggu pasokan energi, mendorong kenaikan harga minyak dan komoditas strategis, serta meningkatkan risiko perdagangan dan rantai pasok global. Inflasi meningkat di berbagai negara, sehingga ruang pelonggaran kebijakan moneter di negara maju menyempit. Di AS, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali meningkat. Fenomena flight to safety juga menguat, terlihat dari penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil obligasi, dan tekanan arus modal di negara berkembang.

Meski begitu, pertumbuhan ekonomi domestik dinilai tetap solid dan sektor keuangan terjaga. Purbaya menekankan risiko eksternal tetap perlu diwaspadai agar momentum pertumbuhan ekonomi tinggi dapat dipertahankan. Memasuki Juli 2026, konflik AS-Iran kembali memanas dan mengganggu lalu lintas Selat Hormuz yang sempat membaik setelah kesepakatan damai sementara pada pertengahan Juni.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait