Tekanan Ekonomi Memburuk di Q2-2026, Purbaya Ungkap Kondisi RI Terkini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan tekanan ekonomi global meningkat pada kuartal II-2026. Penyebabnya adalah konflik geopolitik yang tak mereda, kenaikan harga energi, volatilitas pasar keuangan global, serta tekanan pada nilai tukar dan arus modal. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (3/8/2026). Meski tekanan eksternal meninggi, Purbaya memastikan perekonomian domestik masih terjaga karena daya tahan yang kuat. Ketahanan itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang solid dan sektor keuangan yang stabil. Ia menekankan risiko eksternal terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan harus terus diwaspadai agar momentum pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetap terjaga.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 19.45
Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat Kuartal II 2026
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 16.28
Purbaya Sebut Ekonomi RI Tahan Banting di Tengah Gejolak Global
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 13.01
Laporan BPS: Ekonomi Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga Sulawesi Tumbuh di Atas Nasional
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 11.39
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Kuartal II 2026
Berita terkait
Purbaya, BI, OJK dan LPS Yakin Ekonomi RI Bakal Tumbuh Kuat di Q2-2026
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 15.44
Suahasil Pastikan Utang Koperasi Desa Merah Putih Dibayar, Anggaran Sudah Ada
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 20.35
Ekonom Ingatkan Suahasil, Jangan Sampai Kelas Menengah Jadi Korban Balik Arah Fiskal
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 07.30
Bisnis UMKM BRI Tetap Ekspansif di Kuartal II 2026, Optimisme Pelaku Usaha Masih Terjaga
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 09.21