Pusat Pengembangan Bioethanol Dibangun di Lampung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348246/original/049356600_1789398307-IMG-20260914-WA0069.jpg)
Pertamina New & Renewable Energy (NRE) membangun Bioethanol Development Center di Tegineneng, Lampung, sebagai fasilitas pilot pengembangan dan pengujian bioetanol. Pusat ini mengadopsi teknologi multi-feedstock dan multi-generation (1G dan 2G) dengan kapasitas produksi mencapai 60 kiloliter per tahun. Fasilitas ini mencakup seluruh proses produksi, mulai dari budidaya bahan baku, pre-treatment, hingga dehidrasi.
Pengembangan ini fokus pada optimalisasi sumber daya lokal, termasuk hilirisasi singkong, jagung, dan sorgum. Sorgum menjadi prioritas karena produktivitas tinggi dengan siklus panen tiga kali setahun, di mana nira digunakan untuk bioetanol 1G dan biomassa batang untuk 2G. Proyek ini bertujuan mendukung target produksi nasional sebesar 1 juta kiloliter bioetanol per tahun serta memperkuat ketahanan energi melalui ekosistem ekonomi terbarukan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 22.19
Pertamina NRE Resmi Luncurkan Bioethanol Development Center
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 21.48
Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 21.03
Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock
kumparan · 14 September 2026 pukul 20.53
Pertamina NRE Kembangkan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation
Berita terkait
BBM Campuran Etanol Baru Tersedia di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 18.11
DIY Didorong Tanam Singkong untuk Dukung Produksi Bioetanol
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 14.11
ESDM Targetkan Bensin E20 Meluncur 2028, Cukai Bioetanol Dihapus
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 10.27
PNRE Teken 6 Kesepakatan dari Pengembangan Biofuel, Hidrogen hingga Konservasi Hutan
JawaPos · 5 September 2026 pukul 21.00