Rekor Baru, Defisit Anggaran AS Tembus Rp 7.700 Triliun dalam Sebulan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
Defisit anggaran Amerika Serikat pada Juli 2026 mencapai US$ 432,3 miliar (sekitar Rp 7.700 triliun), naik 48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan menjadi defisit bulanan tertinggi sejak Maret 2021. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan biaya Medicare hingga US$ 174 miliar, melebihi pengeluaran Social Security (US$ 141 miliar) dan beban bunga utang (US$ 104 miliar). Akumulasi defisit selama 10 bulan pertama tahun fiskal mencapai hampal US$ 1,8 triliun, melampaui catatan tahun 2025. Medicare menjadi pengeluaran terbesar pada bulan tersebut, dengan total US$ 955 miliar sepanjang tahun. Pengembalian dana tarif impor sebesar US$ 33 miliar dan penjadwalan pembayaran tunjangan akibat hari non-kerja juga berkontribusi pada tekanan anggaran. Pemerintah telah menghabiskan US$ 1,17 triliun untuk bunga utang dari total utang nasional US$ 39,9 triliun, dengan US$ 32,1 triliun dimiliki publik. Bunga bersih Departemen Keuangan mencapai US$ 931 miliar. Presiden Donald Trump terus mendesak The Fed menurunkan suku bunga untuk mengurangi biaya utang, meskipun pasar masih mengharapkan kenaikan suku untuk mengendalikan inflasi.", "tags": ["defisit anggaran", "amerika serikat", "medicare", "utang nasional", "the fed"]}", "tags": ["defisit anggaran", "amerika serikat", "medicare", "utang nasional", "the fed"]
Bagikan
Berita terkait
Sambut Hari Kemerdekaan, Luhut Bicara Fundamental Ekonomi RI Baik
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 11.55
Respons Cepat Mandiri Peduli Gempa NTT Salurkan Bantuan untuk Warga
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 11.42
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka Besok, Siapkan Dokumen dan Ikuti Tahapannya
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 11.40
BI perluas kebijakan MDR QRIS 0 persen untuk pelaku UMKM
ANTARA News · 17 Agustus 2026 pukul 11.24