Respons Keluhan BI soal Kredit UMKM, Purbaya Evaluasi PIP
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493434/original/019263400_1770214265-1000225262.jpg)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi lambatnya pertumbuhan kredit UMKM yang hanya 1,2% hingga pertengahan 2026. Ia menyatakan akan memaksimalkan peran Pusat Investasi Pemerintah (PIP) untuk mendukung penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar tidak terlalu bergantung pada BRI dan PNM. Purbaya berencana memanggil manajemen PIP untuk meninjau ulang strategi bisnis mereka agar lebih kreatif dalam mendanai UMKM. Selain itu, ia juga mendorong Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk membantu UMKM berorientasi ekspor.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan bahwa rendahnya pertumbuhan kredit UMKM menjadi masalah bersama. Dengan sekitar 64 juta pelaku UMKM yang menyerap 97% tenaga kerja dan menyumbang 60% PDB, Destry menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk meningkatkan akses pembiayaan. Ia juga mengajak perbankan nasional untuk lebih aktif memberikan kredit ke sektor riil UMKM.
Kedua pejabat ini menyampaikan pesan serupa bahwa peningkatan kredit UMKM membutuhkan kolaborasi antar lembaga pemerintah dan sektor keuangan agar sektor riil dapat tumbuh lebih inklusif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.20
Purbaya Siapkan Jurus Baru Buat UMKM, PIP hingga LPEI Bakal Dikerahkan
Berita terkait
Prabowo Pilih Destry Jadi Calon Tunggal Bos BI, Purbaya Ungkap Hal Ini
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 17.17
BI Minta Bank Lebih Rajin Gelontorkan Kredit
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 16.14
Ekonom sebut pengambilan kebijakan jadi ujian independensi BI
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 17.45
Bank Indonesia Gelar KKI, Gandeng 27 Kementerian-Lembaga Perkuat Daya Saing UMKM
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 17.38