Rosan Soroti Aset BUMN Besar tapi Cash Flow Kecil, Optimalisasi Didorong Mulai 2027
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan pemerintah akan melanjutkan program streamlining BUMN dengan fokus pada optimalisasi aset, peningkatan produktivitas, dan efisiensi mulai 2027. Program ini akan mendorong pemanfaatan aset BUMN yang lebih optimal serta membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan sektor swasta. Rosan menekankan bahwa jika suatu kegiatan usaha dapat dijalankan lebih baik oleh sektor swasta dan tidak berkaitan dengan sektor strategis, pemerintah akan memberikan ruang yang lebih besar bagi dunia usaha.
Menurut Rosan, langkah ini diperlukan karena BUMN memiliki aset dalam jumlah besar, namun kontribusi pendapatan atau cash flow yang dihasilkan masih belum sebanding dengan besarnya aset tersebut. "Aset-aset BUMN juga sangat banyak. Ini mungkin in terms of aset kita besar. Tapi in terms of cash flow-nya, pendapatannya mungkin berbanding asetnya masih sangat kecil," ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar aset BUMN dapat dioptimalkan dengan perencanaan yang baik, terukur, dan terstruktur. Untuk menentukan aset yang akan dioptimalkan, pemerintah akan melakukan analisis terhadap berbagai sektor yang dikelola BUMN, termasuk jalan tol, bandara, minyak dan gas, serta pelabuhan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 17.28
Danantara Tutup 354 BUMN
Berita terkait
BP BUMN Minta Bisnis Sejenis Perusahaan Pelat Merah Tak Perlu Bersaing
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 03.37
Danantara Target BUMN Sisa 200 di Akhir 2026
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 19.34
Danantara Targetkan Sisa BUMN Hingga Akhir Tahun Tingga 200
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 12.47
BUMN Tak Boleh Borong Proyek, Swasta Wajib Diajak
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 12.08