Rosan Ungkap 6.500 Transaksi Ekspor Rp 249,72 Triliun Dipantau DSI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562260/original/063294300_1776822644-Rosan_1.jpg)
Menteri Investasi Rosan Roeslani mengungkapkan pemerintah telah menganalisis sekitar 6.500 transaksi ekspor melalui platform Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sejak Juni 2026. Total nilai transaksi yang dipantau mencapai US$ 14 miliar atau setara Rp 249,72 triliun. Platform ini mengintegrasikan data dari berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kemenkeu, Kemendag, Kemenhub, Kemen ESDM, Kementan, dan Bank Indonesia.
Penggunaan DSI bertujuan meningkatkan transparansi serta memberantas praktik transfer pricing, under invoicing, dan pelaporan data tidak akurat. Pemerintah memantau detail transaksi mulai dari titik keberangkatan hingga volume barang untuk mengoptimalkan penerimaan pajak tanpa mengambil alih aktivitas jual beli eksportir. Selain itu, pemerintah mendukung pembentukan bursa mineral guna memperkuat tata kelola dan akuntabilitas harga komoditas mineral di Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 14.00
Video: Agar Ekonomi Tumbuh Lebih Cepat, Pemerintah Harus Lakukan Ini
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 16.45
PT DSI Sudah Analisis 6.500 Transaksi Ekspor Senilai USD 14 M
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 11.10
OJK Sebut Bursa Mineral Strategis Bakal Jadi Acuan Harga Komoditas RI
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 08.29
Menko Airlangga Ungkap 3 Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI 2027, Ada Digitalisasi hingga Bursa Mineral
Berita terkait
Rosan Tegaskan Danantara bukan Eksportir Tunggal
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.31
Sejak Juni, DSI Pantau 6.500 Transaksi Ekspor Senilai US$14 Miliar
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 21.50
Bantah Isu Monopoli, Rosan Tegaskan DSI Bukan Eksportir Tunggal
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.50
OJK Kejar Aturan Bursa Mineral, Target Operasi 1 Januari 2027
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 19.00