Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

PT DSI Sudah Analisis 6.500 Transaksi Ekspor Senilai USD 14 M

PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) telah menganalisis 6.500 transaksi ekspor sejak Juni 2026 dengan nilai total USD 14 miliar. Analisis ini dilakukan untuk menciptakan transparansi dalam perdagangan komoditas sumber daya alam, guna menekan praktik transfer pricing, under invoicing, dan pelaporan data yang tidak akurat. CEO Rosan Perkasa Roeslani menegaskan bahwa DSI belum menjalankan kegiatan ekspor impor, melainkan berperan sebagai agen penjual yang memantau transaksi.

DSI bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Keuangan, Perdagangan, Perhubungan, ESDM, Pertanian, serta Bank Indonesia, untuk mengintegrasikan data ke dalam satu platform bersama. Rencananya, DSI akan menyiapkan dashboard terbuka agar seluruh transaksi ekspor dapat dipantau dan dievaluasi secara detail. Selain itu, DSI akan berkoordinasi dengan Bursa Mineral dan Komoditas yang sedang disiapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pasar.

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dari pemantauan tiga komoditas ekspor strategis—batu bara, kelapa sawit, dan besi baja ferro—DSI menemukan potensi tambahan devisa sebesar USD 5 miliar yang berasal dari perbedaan dan penyesuaian harga. DSI mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, dan dalam waktu dua bulan 13 hari, telah mengelola devisa ekspor senilai USD 14 miliar.

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait