Rp11 Triliun Buat Rekening Massal Dikritik: Apa Gunanya Punya Buku Tabungan Kalau Gak Ada Uang?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp11 triliun dari APBN untuk program pembukaan rekening bank massal bagi lebih dari 200 juta warga negara Indonesia, khususnya WNI berusia 17 tahun ke atas. Dana ini akan digunakan untuk memberikan setoran awal sebesar Rp50.000 per rekening melalui bank BUMN seperti BRI dan BSI, dengan fokus awal di wilayah Aceh. Data pembuatan rekening akan disinkronkan dengan Ditjen Dukcapil, dan skema teknis sedang disusun bersama Bank Indonesia dan OJK.
Ahmad Arif, jurnalis dan pegiat media sosial, mengkritik rencana program ini. Ia mempertanyakan sumber inspirasi dan kajian di balik kebijakan tersebut, serta khawatir bahwa Rp11 triliun hanya akan menghasilkan 200 juta rekening kosong tanpa pendapatan yang cukup untuk diisi. Menurutnya, ukuran keberhasilan seharusnya didasarkan pada penggunaan aktif rekening untuk menabung, menerima penghasilan, dan mengakses pembiayaan produktif, bukan sekadar jumlah rekening yang terbuka.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan dan akan segera diluncurkan setelah koordinasi dengan BI dan OJK selesai. Namun, kritik dari Arif menyoroti kekhawatiran akan efektivitas penggunaan dana yang begitu besar untuk program yang belum terbukti dampaknya pada kesejahteraan masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 20.30
Pemerintah Siapkan Rp 11 Triliun untuk Buka Rekening Massal
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 17.43
Purbaya sebut anggaran pembukaan rekening massal belum final
Berita terkait
Pemerintah Siapkan Rp11 Triliun untuk Buka Rekening 200 Juta Masyarakat
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 21.15
Tak Sampai Rp16 Juta, Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung Negara Selama Dua Tahun
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 21.49
Rakyat Dapat Rekening, Negara Dapat Statistik
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 21.18
Ekonom: Keberhasilan rekening massal jangan hanya diukur dari jumlah
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 21.11