Rugi Rp670 Miliar, INKA Butuh Pembenahan Serius
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA sedang menghadapi krisis keuangan serius dengan kerugian mencapai Rp670 miliar dan pinjaman tidak berkelanjutan sebesar Rp4,7 triliun. Kondisi ini menyebabkan posisi ekuitas perusahaan menjadi negatif, sehingga memerlukan langkah turnaround dan transformasi menyeluruh untuk memulihkan kinerja perusahaan.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mendorong perbaikan fundamental yang mencakup model bisnis, tata kelola, budaya kerja, hingga kualitas produksi. Transformasi ini bertujuan memperkuat industri perkeretaapian nasional agar INKA menjadi manufaktur yang lebih efisien, kompetitif di pasar global, dan mampu menciptakan lapangan kerja sesuai arahan Presiden.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 15 September 2026 pukul 10.59
Kondisi INKA Tak Baik-baik Saja: Rugi Rp 677 M-Utang Rp 4,7 T
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 10.50
DPR Ungkap Arah Revisi UU Keuangan Negara, Ini Poin-Poinnya
Berita terkait
RI siapkan mesin pertumbuhan baru menuju target ekonomi 8 persen
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 21.53
Penataan BUMN Bergulir, Pemerintah Dorong Korporasi Negara Makin Produktif
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 15.00
Presiden Apresiasi Danantara, Transformasi BUMN Mulai Tunjukkan Hasil
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.04
Sederet Capaian Kinerja BUMN di Bawah Danantara
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 20.04