Rupiah bergerak datar seiring "wait and see" jelang pertemuan FOMC
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis 0,01 persen menjadi Rp17.696 per dolar AS pada perdagangan Rabu. Kurs JISDOR Bank Indonesia juga mengalami penurunan ke level Rp17.712 per dolar AS. Pergerakan rupiah cenderung datar karena investor mengambil sikap wait and see menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
Kondisi ini terjadi bersamaan dengan koreksi pada indeks dolar AS, imbal hasil obligasi AS, dan harga minyak mentah dunia. Pasar mengantisipasi potensi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis points (bps), yang diperkirakan menjadi kenaikan pertama sejak Juli 2023. Analis menilai koreksi pasar saat ini merupakan hal wajar akibat aksi ambil untung dan penyesuaian menjelang agenda penting tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 18.51
Rupiah Hari Ini Melemah ke 17.696, Investor Menanti Hasil Rapat The Fed
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 17.37
Rupiah Melemah Tipis Jelang Pertemuan FOMC, Investor Pilih Wait and See
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 09.31
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS Rabu Pagi
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 10.50
IHSG Hari Ini Diprediksi Sideways: Pasar Pantau Menkeu Suahasil Nazara dan The Fed
Berita terkait
Rupiah melemah dipengaruhi potensi kuat kenaikan suku bunga Fed
ANTARA News · 16 September 2026 pukul 10.43
Rupiah Diprediksi Menguat Usai Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 10.43
Rupiah Tergelincir ke 17.614 Imbas Potensi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 10.39
IHSG Hari Ini 14 September 2026 Melemah ke 6.533, Pasar Tunggu Kebijakan The Fed
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 10.05