Rupiah Tergelincir ke 17.614 Imbas Potensi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
Nilai tukar rupiah melemah ke level 17.614 per dolar AS pada Senin (14/9/2026). Penurunan ini dipicu oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin menjadi 4% pada 17 September, serta peningkatan yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang mendekati 5% dan indeks dolar yang mencapai angka 99.
Selain faktor moneter AS, rupiah tertekan oleh kenaikan harga minyak mentah WTI yang menembus US$ 100 per barel akibat risiko geopolitik. Kondisi ini mempersempit ruang fiskal APBN yang berasumsi harga minyak US$ 70 per barel. Tekanan tambahan juga datang dari data Producer Price Index (PPI) AS yang naik menjadi 5,4% yoy, memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat permintaan dolar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 14 September 2026 pukul 09.34
Rupiah melemah dipengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga Fed
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 09.57
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.614 Akibat Ekspektasi Suku Bunga The Fed
JawaPos · 13 September 2026 pukul 09.45
Prediksi Rupiah Pekan Ini: Dolar AS Menguat, Rupiah Berpotensi Melemah
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 10.05
IHSG Hari Ini 14 September 2026 Melemah ke 6.533, Pasar Tunggu Kebijakan The Fed
Berita terkait
Rupiah Dibuka Melemah 0,23%, Dolar AS Naik ke Rp17.570
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.06
Video: Dipengaruhi Indeks Dolar AS, Gimana Nasib Rupiah di Akhir 2026?
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 12.46
Rupiah Hari Ini Loyo ke 17.744 Tersengat Data Ekonomi AS
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.15
Rupiah Melemah Tipis ke 17.725 per Dolar AS, Sinyal The Fed Jadi Penentu
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 18.30