Ekonom Ingatkan Stabilitas Kurs Rupiah Memiliki Banyak Faktor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menyatakan bahwa stabilisasi nilai tukar rupiah tidak harus selalu mengandalkan kenaikan suku bunga. Menurutnya, berbagai instrumen lain masih dapat dioptimalkan di tengah tingginya yield global, harga minyak, dan ketidakpastian moneter global. Fakhrul mencontohkan instrumen yang bisa dioptimalkan oleh Bank Indonesia (BI) meliputi FX swap, domestic non-deliverable forward (DNDF), pengelolaan likuiditas, dan arus modal asing. "Kalau sumber tekanannya terutama berasal dari global yield, minyak, dan tingginya risiko valuta asing, instrumennya juga harus lebih spesifik terhadap sumber masalah tersebut," katanya. BI telah bergerak ke arah tersebut dengan mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen dan memperluas insentif pengurangan premi FX swap sebesar 12,5 persen hingga Agustus 2026. Sebelumnya, insentif ini hanya ditujukan untuk portfolio inflows, namun kini juga mencakup pinjaman luar negeri perbankan dan FDI. Fakhrul menambahkan bahwa BI mulai memisahkan harga uang, harga risiko valuta asing, dan ketersediaan likuiditas domestik. "Tidak semua persoalan harus diselesaikan melalui BI-Rate," ujurnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 22 September 2026 pukul 09.48
Ekonom: Stabilisasi rupiah tidak harus selalu andalkan kenaikan bunga
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 17.23
Rupiah Hari Ini Lesu ke 17.884 Tersengat Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 16.21
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.884 per Dolar AS Selasa Sore
ANTARA News · 22 September 2026 pukul 16.17
Rupiah melemah dipengaruhi antisipasi kenaikan suku bunga lanjutan Fed
Berita terkait
Jurus BI Jaga Rupiah: Pantau Pembelian Dolar AS oleh Bank dan Korporasi
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 15.15
BI Perkuat Intervensi dan Atur Penerbitan SRBI demi Jaga Rupiah
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 14.59
BI terus perkuat transaksi mata uang lokal jaga stabilitas rupiah
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 16.11
Rupiah Menguat ke Rp17.679, Pasar Cermati Arah Kebijakan BI di Era Destry
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 15.38