Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Ditutup Menguat Usai Tertekan 4 Hari Beruntun

Nilai tukar rupiah berbalik menguat terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, 29 Juli 2026, setelah tertekan selama empat hari beruntun. Dikutip dari CNBC Indonesia, mata uang Garuda ditutup di Rp18.045 per dolar AS, naik 0,06% berdasarkan data Refinitiv. Pada pagi hari, rupiah sempat melemah ke Rp18.100 per dolar AS, namun mampu pulih seiring berjalannya sesi perdagangan.

Penguatan ini terjadi seiring melemahnya indeks dolar AS (DXY) sebesar 0,12% ke posisi 101,291 menjelang pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Pelaku pasar memperhitungkan peluang sebesar 33% bahwa The Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Meski didukung ketegangan di Timur Tengah, dolar kehilangan tenaga karena pelaku pasar cenderung menahan posisi menjelang keputusan kebijakan moneter AS.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai instrumen, termasuk intervensi tiga lapis di pasar valas (spot, NDF, dan DNDF) serta penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Direktur Eksekutif Senior BI Erwin Gunawan Hutapea menyatakan bahwa stabilisasi nilai tukar menjadi prasyarat utama untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tengah ketidakpastian global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait