Rupiah Ditutup Nyaris Sentuh 17.700, Konflik Asia Barat Membebani
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
Rupiah melemah menjadi 17.694 per dolar AS pada perdagangan Selasa (15/9/2026), turun 25 poin atau 0,14% dari penutupan sebelumnya 17.669. Penurunan ini dipicu oleh konflik geopolitik di Asia Barat, termasuk serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi dan ancaman terhadap pasokan minyak di Laut Merah. Selain itu, penundaan pembicaraan tentang Selat Hormuz antara Iran dan AS serta klaim perdamaian dari Presiden AS Donald Trump yang ditolak Teheran menambah ketidakpastian. Sentimen rupiah juga dipengaruhi oleh kenaikan CPI AS Agustus 2026 yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed hampir pasti 25 basis points menjadi 4% pada 16 September 2026. Meski demikian, analis memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat setelah pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara, dengan rentang perdagangan diperkirakan 17.550-17.700 per dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 17.16
Rupiah Melemah ke Rp17.669 per Dolar AS, Tertekan Kenaikan CPI
ANTARA News · 14 September 2026 pukul 16.29
Rupiah melemah dipengaruhi kenaikan CPI AS
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 12.26
Bos BI Beberkan Alasan Rupiah Tertekan Lawan Dolar Minggu Lalu
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 09.06
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.560
Berita terkait
Rupiah Ditutup Hijau Sore Ini, Dolar AS Terkoreksi ke Rp17.630
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 15.04
Rupiah Menguat 0,25% Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.705
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 09.04
Rupiah Melemah ke Rp17.611 per Dolar AS akibat Lonjakan PPI Amerika Serikat
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 16.54
Jelang Akhir Pekan Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.585
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 15.04