Rupiah Melemah Sentuh Rp 18.000 per Dolar AS, BI: Dipengaruhi Kekhawatiran Tekanan Inflasi Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah dan menyentuh level Rp 18.000 per dolar AS, didorong oleh kekhawatiran tekanan inflasi global dan risiko fiskal. Kenaikan harga minyak hingga di atas USD 108 per barel serta belum tercapainya kesepakatan pembukaan Selat Hormuz mendorong ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS, sehingga yield UST 10 tahun naik ke 5,23 persen, tertinggi sejak 2007. Tekanan nilai tukar juga dipengaruhi oleh kebutuhan valas importir menjelang akhir kuartal III dan arus keluar dana dari pasar emerging markets akibat kenaikan imbal hasil obligasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 September 2026 pukul 12.06
BI Ungkap Penyebab Dolar AS Tembus Rp 18.000
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 18.53
Kurs Rupiah Berbalik Menguat 82 Poin, Intervensi BI Dinilai Berbuah Manis
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 17.30
Strategi BI Jaga Daya Tarik Aset Rupiah di Tengah Ancaman Kenaikan Bunga The Fed
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 17.03
Gonjang-ganjing Rupiah Ambruk 7,74%, Sinyal BI Kerek Suku Bunga Mencuat
Berita terkait
BI Ungkap 3 Biang Kerok Nilai Tukar Rupiah Melemah
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.10
BI Buka-bukaan Cara Perkuat Rupiah Lawan Dolar AS
Detik.com · 23 September 2026 pukul 15.35
Rupiah Menguat ke 17.693 Usai Destry Damayanti Tegaskan Independensi BI
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 19.00
Rupiah Bangkit ke Level Rp17.894 per Dolar AS Rabu Sore
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 16.15