BI Ungkap 3 Biang Kerok Nilai Tukar Rupiah Melemah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)
Nilai tukar rupiah melemah 46 poin atau 0,26 persen menjadi 17.764 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis (24/9/2026), dibandingkan penutupan sebelumnya di level 17.718. Bank Indonesia (BI) mengungkapkan tiga faktor utama yang menekan rupiah: ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS, lonjakan harga minyak akibat ketidakpastian konflik Timur Tengah, dan arus keluar portofolio dari pasar emerging markets. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan bahwa kondisi ini mendorong yield US Treasury 10 tahun naik hingga 5,11 persen, level tertinggi sejak 2007, sementara harga minyak Brent kembali melebihi US$100 per barel. Tekanan domestik juga datang dari meningkatnya kebutuhan valuta asing importir menjelang akhir kuartal III. BI menyatakan akan terus melakukan intervensi melalui transaksi NDF, spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder untuk menstabilkan rupiah. Meski tekanan, rupiah masih menguat 0,46 persen secara quarter-to-date.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 12.30
Rupiah Tertekan Sentimen Global dan Impor Valas, Begini Strategi BI
Detik.com · 23 September 2026 pukul 15.35
BI Buka-bukaan Cara Perkuat Rupiah Lawan Dolar AS
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 13.52
BI Proyeksikan Nilai Tukar Rupiah Tetap Stabil Di Tengah Dinamika Pasar Global
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 12.09
Rupiah Hari Ini Anjlok, BI Buka-bukaan soal Faktor Global
Berita terkait
Nilai Tukar Rupiah Kembali Tertekan, Investor Tunggu Keputusan BI
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 11.00
Rupiah Menguat ke 17.693 Usai Destry Damayanti Tegaskan Independensi BI
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 19.00
Cadangan Devisa Indonesia Naik ke US$ 146,5 Miliar
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.50
Nilai Tukar Rupiah Tertekan, BI Siapkan Jurus Intervensi
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 12.50