Rupiah Terancam Melemah ke Rp 17.800, Efek Konflik AS-Iran dan Suku Bunga The Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah diprediksi melemah kembali pada perdagangan Kamis (3/9) setelah ditutup melemah 19 poin menjadi Rp 17.763 per dollar AS pada Rabu (2/9). Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa sentimen luar negeri mendominasi, terutama konflik AS-Iran dan perkembangan The Fed. Rupiah diperkirakan fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.760-Rp 17.800. Militer AS baru saja menyelesaikan serangan terbaru terhadap Iran yang menyasar situs pertahanan udara, sistem radar, aset maritim, dan fasilitas komunikasi IRGC. Dua kapal tanker milik pemerintah Iran juga dilaporkan diserang dalam operasi tersebut. Esalasi konflik ini berpotensi meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan global dan mendorong kenaikan harga energi global, yang pada gilirannya memicu tekanan jual pada mata uang emerging market seperti rupiah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 10.18
Kurs rupiah Rabu pagi melemah seiring eskalasi konflik AS-Iran
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 13.04
Sentimen dari The Fed Menguat, Bagaimana Kondisi Rupiah Hari Ini
Detik.com · 2 September 2026 pukul 09.28
Dolar AS Naik Tipis ke Level Rp 17.769
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 09.04
Dolar AS Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.750/US$ Pagi Ini
Berita terkait
Rupiah Menguat ke Rp17.718, Pasar Tunggu Arah Suku Bunga dari Pidato Kevin Warsh
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 17.15
Rupiah Berakhir di Zona Merah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.710
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 15.12
Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.03
Rupiah bergerak menguat seiring keputusan BI tahan suku bunga acuan
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 17.12