Sentimen dari The Fed Menguat, Bagaimana Kondisi Rupiah Hari Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah melemah diperkirakan berada di kisaran Rp 17.750-Rp 17.820 per USD, didorong oleh eskalasi konflik AS-Iran dan kenaikan harga minyak global. Pada pembukaan perdagangan Rabu, rupiah tercatat melemah 0,17 persen ke Rp 17.774 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.744 per USD. Serangan AS di Iran menyebabkan 4 tewas dan 50 luka, menambah ketegangan pasar. Sentimen lain berasal dari meningkatnya ekspektasi inflasi AS yang mendorong kebijakan pengetatan moneter The Fed. Pelaku pasar memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada September naik menjadi 66 persen dari 35 persen sebelumnya, dengan proyeksi kenaikan 25 basis poin hingga 4 persen. Di sisi domestik, surplus neraca perdagangan yang mengecil memberikan tekanan tambahan bagi rupiah seiring meningkatnya permintaan dolar AS untuk impor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 10.18
Kurs rupiah Rabu pagi melemah seiring eskalasi konflik AS-Iran
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 11.45
Rupiah Hari Ini Kembali Loyo ke 17.774 Imbas Harga Minyak
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 09.04
Dolar AS Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.750/US$ Pagi Ini
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 08.37
IHSG Diproyeksi Konsolidasi di 6.535–6.635, Ini Sentimennya
Berita terkait
Rupiah Menguat ke Rp17.718, Pasar Tunggu Arah Suku Bunga dari Pidato Kevin Warsh
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 17.15
Rupiah Hari Ini Loyo ke 17.744 Tersengat Data Ekonomi AS
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.15
Rupiah Ditutup Melemah 0,11%, Dolar AS Naik ke Rp17.715
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 15.04
Rupiah Melemah ke 17.775 per Dolar AS, Pasar Tunggu Pidato The Fed
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 11.00