Rupiah Tersungkur ke Rp17.862 di Tengah Ancaman Harga Minyak Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah melemah menjadi Rp17.862 per dolar AS pada Selasa (18/8/2026), turun 64 poin dari Rp17.798. Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menyatakan pelemahan dipicu kenaikan harga minyak dunia di atas US$83/barel, meningkatkan beban impor energi dan memaksa pembayaran dalam dolar AS. Utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$453,4 miliar pada Q2 2026, tumbuh 4,4% tahunan, dengan utang pemerintah US$216,3 miliar. Masukannya didukung SBN, menunjukkan kepercayaan investor. Bank Indonesia akan memutuskan kebijakan moneter pada Rabu (19/8/2026), diprediksi mempertahankan BI Rate 5,75%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 11.15
Rupiah Hari Ini Menguat, Analis Prediksi Bisa Tembus 17.750 per Dolar AS
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.51
Rupiah Menguat Pagi Ini Usai BI Rate Ditahan
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.03
Rupiah Dibuka Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 08.17
Rupiah Berpotensi Melemah Hari Ini, Hasil Keputusan BI Rate Jadi Sorotan Pasar
Berita terkait
Rupiah Ditutup Anjlok Dekati Rp18.000 per USD di Tengah Lonjakan Harga Minyak
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 16.36
USD Diperkirakan Tembus ke Level Rp18.050 Pada Sore Ini
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 11.56
Rupiah diprediksi melemah seiring memanasnya hubungan AS dengan Iran
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 10.51
IHSG Diramal Ambruk ke 6.000, Pasar Mencerna Dampak Reshuffle Kabinet
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 08.51