Rupiah Ditutup Anjlok Dekati Rp18.000 per USD di Tengah Lonjakan Harga Minyak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah melemah menjadi dekat Rp18.000 per USD pada Senin (28/9/2026), turun 0,42% atau 75 poin dari Rp17.903 Jumat. Penurunan dipicu lonjakan harga minyak dunia di atas US$90/barel. Pengamat Ibrahim Assuaibi menjelaskan dampak minyak melalui tiga jalur: inflasi, fiskal, dan keseimbangan eksternal. Indonesia mengasumsikan ICP US$70/barel dalam APBN 2026, namun Juli mencapai US$81,68/barel. Jika ICP bertahan di US$90-100/barel, defisit dapat melebar Rp6,8 triliun. Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% di tengah tekanan nilai tukar. Cadangan devisa Rp146,5 miliar diharapkan mampu menjadi pertahanan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 28 September 2026 pukul 15.19
BI-Rate Ditahan di 5,75% Dinilai Tepat, Jaga Penyaluran Kredit hingga Rupiah
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.10
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.920 Pagi Ini
kumparan · 28 September 2026 pukul 17.48
Bank Indonesia: Kenaikan BI-Rate 25 Bps Bisa Pangkas Pertumbuhan Ekonomi 0,1%
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 16.44
IHSG Anjlok 1% dan Dolar AS Nyaris Rp 18.000, Ini Penyebabnya
Berita terkait
Rupiah Dibuka Melemah Rp17.903 per USD, Pasar Soroti Kenaikan Harga Minyak Dunia
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 09.18
Rupiah Hari Ini Tertekan ke 17.933, Potensi Kenaikan Bunga The Fed Jadi Beban
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 11.02
Rupiah melemah seiring data PMI AS tumbuh kuat
ANTARA News · 24 September 2026 pukul 16.46
Rupiah melemah dipengaruhi harga minyak yang kembali melonjak
ANTARA News · 24 September 2026 pukul 09.26