Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Tertekan ke 17.547 per Dolar AS, Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah

Nilai tukar rupiah melemah ke level 17.547 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (10/9/2026), turun 0,21 persen dari posisi sebelumnya. Pelemahan ini terjadi karena investor bersikap wait and see menjelang rilis data Producer Price Index (PPI) dan Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang menjadi indikator kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Selain faktor inflasi AS, rupiah tertekan oleh kenaikan yield US Treasury 10 tahun ke 4,84 persen dan harga minyak dunia yang bertahan di atas US$ 100 per barel akibat ketegangan geopolitik. Meski demikian, rupiah diprediksi masih berpeluang bergerak di kisaran 17.450-17.600 tergantung pada hasil data inflasi AS dan tren pelemahan dolar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait