Rupiah Tertekan ke 17.547 per Dolar AS, Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3284613/original/092832800_1604313214-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-3.jpg)
Nilai tukar rupiah melemah ke level 17.547 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (10/9/2026), turun 0,21 persen dari posisi sebelumnya. Pelemahan ini terjadi karena investor bersikap wait and see menjelang rilis data Producer Price Index (PPI) dan Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang menjadi indikator kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Selain faktor inflasi AS, rupiah tertekan oleh kenaikan yield US Treasury 10 tahun ke 4,84 persen dan harga minyak dunia yang bertahan di atas US$ 100 per barel akibat ketegangan geopolitik. Meski demikian, rupiah diprediksi masih berpeluang bergerak di kisaran 17.450-17.600 tergantung pada hasil data inflasi AS dan tren pelemahan dolar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 16.33
Rupiah melemah seiring "wait and see" investor menjelang rilis PPI AS
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 15.38
Rupiah Melemah ke Rp17.547 per Dolar AS, Harga Minyak Jadi Sorotan
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.58
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.512 per Dolar AS, Pasar Pantau Buyback UST
JawaPos · 10 September 2026 pukul 06.45
Rupiah Berpotensi Menguat ke Rp 17.480 per Dolar AS, Ditopang Data Ekonomi Domestik
Berita terkait
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.511 Didorong Arus Modal Obligasi
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 16.35
Rupiah Terbang Tinggi, Hari Ini Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 17.50
Rupiah Menanjak ke Level Rp17.632 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 16.24
Rupiah Dibuka Melemah Rp17.645 per dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 09.29