Rupiah Melemah ke Rp17.547 per Dolar AS, Harga Minyak Jadi Sorotan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp17.547 per dolar AS pada perdagangan Kamis (10/9/2026), turun 36 poin dari posisi sebelumnya Rp17.511. Pelemahan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap tingginya harga minyak dunia yang berpotensi meningkatkan beban subsidi energi dalam APBN dan memperlebar defisit anggaran.
Kenaikan harga minyak impor meningkatkan kebutuhan dolar AS yang menekan rupiah, serta berisiko memicu inflasi jika pemerintah menyesuaikan harga BBM domestik. Meski demikian, tekanan penurunan tertahan oleh sentimen konsumen Agustus yang mencapai level tertinggi dalam tiga bulan, walaupun peningkatan konsumsi tersebut diduga berasal dari penggunaan tabungan masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 16.33
Rupiah melemah seiring "wait and see" investor menjelang rilis PPI AS
Detik.com · 10 September 2026 pukul 14.57
Harga Minyak Tembus US$ 101/Barel, Purbaya: Anggaran Masih Cukup
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.58
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.512 per Dolar AS, Pasar Pantau Buyback UST
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 07.26
Strategi Purbaya Agar APBN Tetap Sehat di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia
Berita terkait
Rupiah Berpotensi Menguat ke Rp 17.480 per Dolar AS, Ditopang Data Ekonomi Domestik
JawaPos · 10 September 2026 pukul 06.45
Rupiah menguat dipengaruhi membaiknya sentimen domestik
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 10.02
Rupiah Terbang Tinggi, Hari Ini Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 17.50
Rupiah Menanjak ke Level Rp17.632 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 16.24