Rupiah melemah seiring "wait and see" investor menjelang rilis PPI AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah 0,21 persen menjadi Rp17.547 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis. Pelemahan ini dipicu oleh sikap 'wait and see' investor yang menantikan rilis data Producer Price Index (PPI) dan Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat sebagai indikator kebijakan Federal Reserve.
Faktor lain yang menekan rupiah adalah kenaikan yield US Treasury 10 tahun ke 4,84 persen dan harga minyak dunia di atas 100 dolar AS per barel akibat ketegangan geopolitik. Meski demikian, rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp17.450-Rp17.600 per dolar AS tergantung pada data inflasi AS dan kekuatan dolar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.58
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.512 per Dolar AS, Pasar Pantau Buyback UST
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 15.38
Rupiah Melemah ke Rp17.547 per Dolar AS, Harga Minyak Jadi Sorotan
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.07
Rupiah Berbalik Melemah 0,17%, Dolar AS Naik ke Rp17.530
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.02
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun di Bawah Rp17.500
Berita terkait
Bidik Ekonomi Tumbuh 6%, Pemerintah Patok Rupiah 17.500 per Dolar AS
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 15.05
Rupiah Hari Ini Loyo ke 17.744 Tersengat Data Ekonomi AS
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.15
Rupiah Melemah Tipis ke 17.725 per Dolar AS, Sinyal The Fed Jadi Penentu
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 18.30
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.721 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 16.00