Hujan Asam Pasca-Karhutla: Ketika Bencana Tak Benar-Benar Selesai saat Asap Mereda
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hujan asam pasca-karhutla gambut terjadi karena emisi sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx) dari pembakaran gambut. Karhutla 2019 menyebabkan 1,6 juta hektare lahan terbakar, menghasilkan asap tebal yang mengganggu kesehatan. Ketika hujan turun, racun asam sulfat dan asam nitrat menetes ke tanah, sungai, dan sumur, berdampak pada kesehatan manusia bertahun-tahun kemudian. PH air hujan jauh lebih rendah daripada 5,6, membuatnya sangat korosif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 16.00
PDPI Peringatkan Bahaya Asap Partikel Halus PM2.5 Picu Radang Paru
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 11.20
IAKMI: Upaya kolaboratif pencegahan perlu diperkuat tangani kathutla
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 11.13
Foto pilihan minggu pertama September 2026
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 10.17
Pertamina Eco RunFest 2026 Jadi Gerakan untuk Menyehatkan Manusia dan Lingkungan
Berita terkait
Asap Karhutla Kepung Davao Filipina, Warga Diminta Tetap di Rumah
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.52
Efek Jera, DPR Usulkan Pelaku Pembakaran Hutan Dijatuhi Hukuman Mati
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 10.02
Malapetaka Karhutla di Pulau Paru-paru Dunia
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 19.07
Melintas ke Singapura dan Malaysia, Indonesia Bisa Terseret Hukum Internasional Akibat Karhutla
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 09.39