Saham BUMN di Kereta Cepat Bakal Dialihkan ke SMV Kemenkeu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan COO BPI Danantara Indonesia Dony Oskaria menyepakati pengalihan kepemilikan saham konsorsium BUMN di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ke Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan. Pengalihan ini ditargetkan selesai pada pertengahan September 2025. Purbaya menjelaskan bahwa saham KCIC akan dikelola oleh salah satu SMV Kemenkeu, sehingga tidak menjadi beban langsung APBN. SMV yang dimaksud antara lain PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan lembaga fiskal lainnya yang memiliki kemampuan keuangan mandiri untuk mengelola aset tersebut.
Purbaya menegaskan bahwa pengalihan saham ini tidak berarti utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan dialihkan ke APBN. SMV memiliki kapasitas keuangan untuk mengelola aset KCIC tanpa membutuhkan suntikan dana pemerintah. Dengan skema ini, kepemilikan saham Indonesia di KCIC tidak lagi berada di bawah konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).
Saat ini, 60 persen saham KCIC dimiliki konsorsium PSBI yang anggotanya meliputi PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara (Persero). Sementara 40 persen sisanya dimiliki konsorsium China melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd. Purbaya memastikan proses pengalihan sedang dipercepat agar dapat diselesaikan sesuai target pertengahan September.
Bagikan
Berita terkait
Naik 15%, Penumpang Whoosh Tembus 23 Ribu per Hari di Libur Panjang HUT RI
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 18.00
Pecahkan Rekor, Kereta China Tembus 800 Km/Jam dalam 5,3 Detik
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.07
KCIC Tebar Promo Whoosh, Tiket Jakarta-Karawang Mulai Rp 8.800
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 17.15
Libur Panjang, Naik Kereta Cepat Cuma Rp 8.800
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 15.23