Saham BYAN Jatuh 5,06 Persen Meski RKAB 3 Anak Usaha Terbit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun 5,06 persen menjadi Rp13.125 per saham pada perdagangan Senin (21/9/2025). Saham dibuka Rp13.750, menyentuh tertinggi Rp13.875 dan terendah Rp12.100. Volume perdagangan mencapai 7,646 juta saham dengan nilai Rp102,2 miliar, frekuensi transaksi 7.123 kali.
RKAB 2026 tiga anak usaha BYAN telah diterbitkan Kementerian ESDM dengan tambahan kuota produksi batubara 15-20 juta ton. Direktur Jenderal Minerba Tri Winarno menyatakan proses evaluasi teknis dan matriks perusahaan sudah selesai. Namun, ia menegaskan pergantian pemegang saham harus mendapat persetujuan menteri terlebih dahulu.
Meski adanya perizinan baru, saham BYAN jatuh karena spekulasi pasar terhadap perubahan kepemilikan dan ketidakpastian eksekusi. Penyerapan kuota tambahan 15-20 juta ton batubara masih dalam proses implementasi operasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 21 September 2026 pukul 18.59
Usai Sahamnya Dibeli Haji Isam, RKAB 3 Anak Usaha BYAN Disetujui 15-20 Juta Ton
Detik.com · 21 September 2026 pukul 16.07
RKAB Terbit Usai Haji Isam Borong Saham BYAN, ESDM Buka Suara
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 20.08
ESDM Tegaskan Revisi RKAB Anak Usaha Bayan Resources Tak Terkait Transaksi Saham
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 16.50
ESDM Pastikan RKAB Tiga Anak Usaha BYAN Terbit, Total Kuota Produksi 15-20 Juta Ton
Berita terkait
RKAB Terbit, Saham BYAN Melonjak 20% ke Rp13.825
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 13.36
ESDM Sahkan RKAB 3 Anak Usaha Bayan Resources, Kuota Ditambah
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 13.48
Bahlil Hati-Hati Soal Target Produksi Tambang di RKAB, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 09.40
Resmi! Bayan Dapat Tambahan Produksi Batu Bara 15-20 Juta Ton
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 15.01