RKAB Terbit, Saham BYAN Melonjak 20% ke Rp13.825
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melonjak 20% ke Rp13.825 setelah Kementerian ESDM menerbitkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk perseroan dan dua anak usahanya, PT Tiwa Abadi dan PT Fajar Sakti Prima. Penerbitan RKAB ini mengurangi ketidakpastian operasional yang sebelumnya menyebabkan BYAN dan anak usahanya menyatakan kondisi kahar (force majeure) terkait pemenuhan kontrak pasokan batu bara. Dengan adanya RKAB, kegiatan produksi BYAN dan entitas terkait memiliki kepastian untuk beroperasi sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah.
Pemerintah menetapkan kuota produksi batu bara BYAN pada 2026 sekitar 38 juta ton, lebih rendah dari target pengajuan perseroan yang berkisar 39-76 juta ton. Produksi BYAN pada 2025 mencapai 68 juta ton, naik 19,5% dari tahun sebelumnya. Dari sisi biaya, perseroan memproyeksikan cash cost produksi antara US$36-US$42 per ton dengan stripping ratio 4,8-5,2 kali. Harga jual rata-rata (ASP) diperkirakan US$46-US$48 per ton, lebih rendah dari realisasi 2024 sebesar US$61,3 per ton.
Kepastian penerbitan RKAB juga menjadi penggerak utama kenaikan saham BYAN di pasar modal, dengan saham mengena kena ARA (Auto Rejection Atas) hingga pukul 10.00 WIB pada perdagangan Jumat (18/9/2026).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.00
Bayan Force Majeure Gegara RKAB Habis, ESDM Buka Suara
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 14.01
ESDM Ungkap Alasan Belum Terbitkan Persetujuan RKAB Bayan
kumparan · 18 September 2026 pukul 10.35
Low Tuck Kwong Jual 10 Miliar Saham ke Haji Isam, Saham BYAN Dibuka Rp 13.825
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 09.03
IHSG Dibuka Naik 0,76%, Ditopang BYAN dan Saham Haji Isam
Berita terkait
Saham Bayan Resources (BYAN) Anjlok Tajam akibat Force Majeure 3 Anak Usaha
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 11.18
Harga Saham BYAN Merosot 35,02%, Market Cap Turun Rp374,17 Triliun
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 11.20
Haji Isam Dikabarkan Bidik 62% Saham BYAN Rp 52,7 T, Jauh di Bawah Nilai Pasar
Detik.com · 11 September 2026 pukul 13.21
RKAB Dipangkas, ESDM Pamer Setoran ke Negara Melejit!
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 13.20