Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

RKAB Terbit, Saham BYAN Melonjak 20% ke Rp13.825

Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melonjak 20% ke Rp13.825 setelah Kementerian ESDM menerbitkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk perseroan dan dua anak usahanya, PT Tiwa Abadi dan PT Fajar Sakti Prima. Penerbitan RKAB ini mengurangi ketidakpastian operasional yang sebelumnya menyebabkan BYAN dan anak usahanya menyatakan kondisi kahar (force majeure) terkait pemenuhan kontrak pasokan batu bara. Dengan adanya RKAB, kegiatan produksi BYAN dan entitas terkait memiliki kepastian untuk beroperasi sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah.

Pemerintah menetapkan kuota produksi batu bara BYAN pada 2026 sekitar 38 juta ton, lebih rendah dari target pengajuan perseroan yang berkisar 39-76 juta ton. Produksi BYAN pada 2025 mencapai 68 juta ton, naik 19,5% dari tahun sebelumnya. Dari sisi biaya, perseroan memproyeksikan cash cost produksi antara US$36-US$42 per ton dengan stripping ratio 4,8-5,2 kali. Harga jual rata-rata (ASP) diperkirakan US$46-US$48 per ton, lebih rendah dari realisasi 2024 sebesar US$61,3 per ton.

Kepastian penerbitan RKAB juga menjadi penggerak utama kenaikan saham BYAN di pasar modal, dengan saham mengena kena ARA (Auto Rejection Atas) hingga pukul 10.00 WIB pada perdagangan Jumat (18/9/2026).

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait