Sebut Penderitaan Rakyat Dianggap Gak Penting, Pengamat Skakmat Menkeu Purbaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan cicilan utang pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/Kopdes) tidak akan macet guna menjaga stabilitas perbankan nasional, terutama bank Himbara. Pemerintah telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp40 triliun untuk pembayaran tahap pertama dan bunga yang jatuh tempo pada September 2026. Dana ini dialokasikan dari postur anggaran yang ada, termasuk sebagian dari pos Dana Desa, tanpa menggunakan Anggaran Belanja Tambahan (ABT).
Namun, kebijakan ini dikritik keras oleh pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto. Gigin menilai kepastian pembayaran tersebut tercapai karena rakyat dipaksa membayar melalui pemotongan dana desa. Ia menganggap pemerintah mengabaikan penderitaan rakyat demi menjaga stabilitas finansial perbankan.
Bagikan
Berita terkait
Pengamat: Cicilan Utang Kopdes Tak Macet, Rakyat yang Dipaksa Bayar!
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 19.30
Restitusi Pajak Bikin Pengusaha Mengeluh, Purbaya Bakal Turun Tangan
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 09.20
Tiga Fakta Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Detik.com · 9 September 2026 pukul 05.55
DJP Punya Jurus Baru Kejar Pajak Digital, Setoran Bisa Naik 2x Lipat!
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 21.40