Sentimen rupiah dipengaruhi antisipasi pengumuman besaran buyback UST
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah mengalami tekanan melemah seiring antisipasi pasar terhadap pengumuman Departemen Keuangan AS mengenai besaran rencana buyback surat utang UST bertenor panjang. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan bahwa dolar AS berada di bawah tekanan karena investor mengantisipasi pengumuman tersebut, yang sebelumnya diperkirakan mencapai setidaknya 4 miliar dolar AS, namun beberapa analis memperkirakan nilainya jauh lebih besar. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh sinyal penguatan yen Jepang setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengingatkan pelaku pasar agar tidak mengambil posisi berlawanan terhadap yen, sekaligus menunggu data inflasi CPI AS yang berpotensi memberi petunjuk arah kebijakan Federal Reserve pada pertemuan pekan depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.02
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun di Bawah Rp17.500
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 07.20
Harga Emas Tembus US$ 4.400, Pasar Menanti Data Inflasi AS
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 11.41
Mayoritas Mata Uang Kawasan Membaik, Rupiah Diperkirakan Menguat
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 11.40
Rupiah Dibuka Melemah ke 17.645 per Dolar AS, Tapi Ada Harapan Menguat
Berita terkait
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.635
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 09.03
Rupiah Hari Ini Melemah Lagi, Tertekan Imbal Hasil Treasury AS
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 17.15
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.763, Tekanan Dolar AS Diramal Masih Berlanjut
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 16.39
Rupiah Ditutup Melemah 0,23%, Dolar AS Naik ke Rp17.750/US$
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 15.05