Rupiah Ditutup Melemah 0,23%, Dolar AS Naik ke Rp17.750/US$
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah menutup perdagangan Rabu (2/9/2026) dengan melemah 0,23% ke Rp17.750/US$, tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Indeks dolar AS (DXY) naik 0,08% menjadi 99,759, melanjutkan kenaikan setelah serangan AS ke Iran yang memicu lonjakan harga minyak 4% dan ketakutan inflasi global. Tekanan tambahan datang dari ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada September yang mencapai 68%, naik dari 35% sebelum pidato Kevin Warsh di Jackson Hole. Di tengah tekanan global, pemerintah dan BI menyepakati asumsi rupiah Rp17.500/US$ dalam RAPBN 2027, dengan pertumbuhan 6%, inflasi 2,5%, dan defisit 2,4%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 11.45
Rupiah Hari Ini Kembali Loyo ke 17.774 Imbas Harga Minyak
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 16.41
Rupiah melemah seiring memanasnya hubungan AS dengan Iran
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 14.15
Harga Emas Perhiasan 2 September 2026: Termahal Sentuh Rp 2,4 Juta
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 19.00
Rupiah Melemah ke 17.744 Tersengat Lonjakan Harga Minyak
Berita terkait
Rupiah Ditutup Melemah 0,31%, Dolar AS Naik ke Rp17.750/US$
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 15.05
Kurs Rupiah Hari Ini Datar Dipicu Kekhawatiran soal Buyback Obligasi
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 10.20
Rupiah menguat dipengaruhi dolar AS yang terkoreksi
ANTARA News · 1 September 2026 pukul 09.53
Rupiah Tertekan Konflik AS-Iran, Hari Ini Tembus 17.722 per Dolar AS
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.01